Juknis PAK 2010 ( Permendiknas No 35 Tahun 2010 )

Abdi Negara

Petunjuk teknis ini mengatur hal-hal yang berkenaan dengan pengangkatan, penugasan dan pengaturan tugas guru, penilaian dan penetapan angka kredit, kenaikan pangkat dan jabatan, pembebasan sementara, serta pengangkatan kembali dan pemberhentian dari jabatan
fungsional guru.

Petunjuk teknis pelaksanaan jabatan fungsional guru dan angka kreditnya ini dimaksudkan untuk menjadi pedoman bagi guru, pengelola pendidikan, tim penilai, dan pihak lain yang berkepentingan dalam melaksanakan jabatan fungsional guru dan angka kreditnya.

Ruang lingkup petunjuk teknis pelaksanaan jabatan fungsional guru dan angka kreditnya meliputi tugas utama guru, pembagian tugas guru, pengangkatan,penilaian dan penetapan angka kredit, kenaikan pangkat/jabatan, pembebasan sementara, pengangkatan kembali, dan pemberhentian dari jabatan guru sesuai dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional
Guru dan Angka Kreditnya dan Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian Negara, Nomor 14 Tahun 2010 dan Nomor 03/V/PB/2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.

Lebih lengkap download Juknis PAK 2010 ( Permendiknas No 35 Tahun 2010 )

About these ads

Perihal ibnufajar75
Saya seorang Guru Matematika di SMA Negeri 1 Pagar Alam - Sumatera Selatan. Sebagai Media Informasi saya mempersilakan untuk copas artikel yang ada di blog ini dengan mencantumkan alamat http://ibnufajar75.wordpress.com

2 Responses to Juknis PAK 2010 ( Permendiknas No 35 Tahun 2010 )

  1. Antonius Hutauruk mengatakan:

    Apa bedanya Jabatan Fungsional dengan Jabatan Profesi dalam sertifikasi Profesi Guru, karena jabatan fungsional guru juga melalui proses Akta / Diklat yang menyatakan bahwa seseorang layak secara teknis mengemban jabatan fungsional guru. Dan menyusul lagi permendiknas yang mewajibkan seorang guru harus mengikuti proses Diklat Sertifikasi Profesi. Yang menjadi pertanyaan saya (penyuluh Pertanian) ; Apakah seorang guru yang tidak mengikuti Diklat Sertifikasi, tidak cakap/kompeten/profesional dalam mengemban jabatan fungsional ?. Sebaliknya apakah ada jaminan seorang guru yang sudah memiliki sertifikasi dipastikan profesional ?

    • Anonymous mengatakan:

      penyandang sertifikasi guru, ada juga yg blm sungguh2 alias tidak profesional.. karna kmalasanya…

Terima Kasih Atas Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.733 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: