Pelaksanaan Kurikulum 2013 Dari 32.295 Sekolah Menjadi 6.410 Sekolah

kur 2013Walaupun banyak kritikan mengenai kurikulum 2013, ternyata tidak menyurutkan langkah pemerintah untuk tetap melaksanakan kurikulum 2013 ini. Terbukti Kurikulum 2013 akan tetap dilaksanakan pada pertengahan Juli nanti dengan pendekatan terbatas dan bertahap.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan bahwa tak akan ada penundaan atau uji coba terhadap Kurikulum 2013 ini. Bahkan, menurut rencana, pada hari ini dirinya akan bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk melaporkan perkembangan kurikulum baru ini.

Namun demikian akan terjadi pengurangan sekolah yang melaksanakan kurikulum 2013 ini. Jumlah sasaran sekolah penerapan Kurikulum 2013 kembali dipangkas oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atas persetujuan Wakil Presiden Republik Indonesia, Boediono. Dengan demikian, hanya ada 6.410 sekolah yang akan melakukan Kurikulum 2013 pada pertengahan tahun ini.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, mengatakan bahwa prinsip penerapan kurikulum baru pada dasarnya adalah bertahap dan terbatas. Pengurangan jumlah sasaran sekolah yang dilakukan ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan kondisi yang ada di lapangan.

“Jadi setelah dari berbagai macam kajian, jumlah yang ada saat ini sudah final dan Insya Allah tidak berubah lagi,” kata Nuh saat dijumpai di Gedung A Kemdikbud, Jakarta, Senin (6/5/2013).

Berdasarkan data yang dimiliki Mendikbud, angka sekolah SD yang semula sudah dipangkas menjadi  7.458 sekolah kembali dirampingkan menjadi 2.598 SD. Kemudian untuk SMP yang semula 2.580 sekolah menjadi berkurang 1.521 sekolah.

Kemudian untuk SMA dan SMK yang semula ditargetkan 100 persen sekolah, yaitu 11.572 SMA dan 10.685 SMK, dikurangi hanya tinggal menyisakan 1.270 SMA dan 1.021 SMK saja. Total keseluruhan siswa yang semula ditargetkan sekitar empat juta anak belajar dengan kurikulum baru, kini hanya tersisa 1.535.065 siswa.

Dengan jumlah yang menurun drastis ini, mantan rektor Institut Teknologi Sepuluh November ini menolak bahwa program kurikulum baru ini hanya uji coba saja. “Dari awal kan sudah dibilang tidak ada uji coba. Prinsipnya memang bertahap dan terbatas. Ini kan bertahap dan terbatas,” jelas Nuh.

Sementara untuk sekolah yang menjadi sasaran pelaksanaan penerapan kurikulum baru ini pun hanya diprioritaskan bagi sekolah yang sudah siap saja yaitu sekolah eks-RSBI dan sekolah dengan akreditasi A saja. Kemudian basisnya juga tidak lagi Kabupaten/Kota melainkan provinsi sehingga bisa jadi dalam satu provinsi ada Kabupaten/Kota yang tidak menerapakan kurikulum ini.

“Kalau untuk sekolah di daerah terpencil, kami ingin melaksanakan tapi kami juga melihat kemampuan seperti misalnya untuk distribusi bukunya nanti bagaimana,” tandasnya.

Apakah ini sebuah solusi dari pemerintah dalam penerapan kurikulum baru ini atau ini justru pertanda suatu keragu-raguan pemerintah dalam melaksanakan kurikulum ini, jawabannya hanya pemerintah sendiri yang tahu. Sebagai pendidik yang terpenting bagi kita adalah melaksanakan kewajiban kita yaitu mendidik dan mengajar peserta didik kita apapun itu kurikulumnya.

Sumber : kompas.com

Artikel Lainnya :

Perihal ibnufajar75
Saya seorang Guru Matematika di SMA Negeri 1 Pagar Alam - Sumatera Selatan. Sebagai Media Informasi saya mempersilakan untuk copas artikel yang ada di blog ini dengan mencantumkan alamat http://ibnufajar75.wordpress.com

2 Responses to Pelaksanaan Kurikulum 2013 Dari 32.295 Sekolah Menjadi 6.410 Sekolah

  1. Ir mengatakan:

    Terimakasih atas postingannya

  2. cmr mengatakan:

    kenapa harus pilih2 sekolah
    bukankah serempak lebih baik, supaya tidak ada kesan pilih kasih atau pemerintah yang tidak siap
    belum tentu juga sekolah yang sudah menerima status terakreditas A lebih mampu menjalankan kurikulum 2013 dengan benar dibanding sekolah yang belum menerima status terakreditasi
    betul kaaaaan

Terima Kasih Atas Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.733 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: