Pendidikan Karakter dan Budaya di Sekolah

Isu hangat belakangan tantang pendidikan karakter sesungguhnya tersirat lama dalam rumusan tujuann pendidikan nasional. Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Dengan rumusan tujuan ini, sekolah sebagai institusi publik pelaksana pendidikan nasional terbebani kewajiban membangun budaya dan karakter siswa menjadi insan bertanggung jawab.

Pendidikan Karakter

Pendidikan adalah suatu usaha yang sadar dan sistematis dalam mengembangkan potensi peserta didik. Pendidikan adalah juga suatu usaha masyarakat dan bangsa dalam mempersiapkan generasi mudanya bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat dan bangsa yang lebih baik di masa depan. Keberlangsungan itu ditandai oleh pewarisan budaya dan karakter yang telah dimiliki masyarakat dan bangsa. Oleh karena itu, pendidikan adalah proses pewarisan budaya dan karakter bangsa bagi generasi muda dan juga proses pengembangan budaya dan karakter bangsa untuk peningkatan kualitas kehidupan masyarakat dan bangsa di masa mendatang.

Pertanyaan yang muncul adalah budaya dan karakter apa yang diperlukan bangsa kita ke depan? Apa hubungan budaya dan karekter bangsa itu sendiri? Serta bagaimana implementasi peran sekolah dalam mengemban amanat tujuan pendidikan nasional?

Budaya adalah keseluruhan sistem berpikir, nilai, norma, moral dan keyakinan (bilief) yang dihasilkan masyarakat. Karakter adalah tabiat, watak, atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari proses internalisasi berbagai kebajikan (virtues) yang duyakininya dan digunakannya sebagai landasan, cara pandang, berpikir, dan bertindak. Jadi karakter dan budaya adalah sebuah sistem yag erat berkaitan antara produk dan sistem untuk mendapatkan produk budaya daam masyarakat.

Sejak dulu, di setiap komunitas masyarakat memiliki budaya dan karakter yang khas. Dengan budaya dan karakter nusantara yang beragam tentu tidak bisa diingkari adanya keragaman budaya dan karakter bangsa kita. Untuk membangun masa depan bangsa yang lebih baik, tentu harus dipilih dan dipilah secara selektif budaya dan karakter yang akan dikembangkan.

Dengan dasar apa kita menyeleksi budaya dan karakter itu? Kita memiliki sistem nilai yang disepakati, yaitu Agama, Pancasila dan UUD 1945, serta tujuan pembangunan nasional dan tujuan pendidikan nasional. Dengan dasar itulah kita memperoleh beberapa budaya dan karakter yang perlu dibangun dan dikembangkan. Yaitu budaya dan karakter religius, jujur, toleran, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, peduli lingkungan, gemar membaca, peduli sosial, dan tangung jawab.

Sekolah mengemban amanat besar membangun budaya dan karakter bangsa yang positif melalui layanan pendidikan. Mulai dari Visi dan Misi yang sarat nilai positif, juga diimplemantasikan dalam pembelajaran dan pengambangan kultur sekolah. Visi dan misi yang kuat menjadi dasar dan sistem berpikir, cara pandang, dan bertindak seluruh warga sekolah mencapai tujuan bersama dengan budaya dan karakter yang disepakati untuk dijadikan prioritas pengembangan. Pengembangan budaya dan karakter ini jangan terjebak pada sekedar pemenuhan teknis administrati, karena jika hal ini terjadi akan menambah beban semata bagi guru dan peserta didik. Yang diperlukan adalah keteladanan yang ditampilkan oleh guru, kepala sekolah, maupun karyawan di sekolah.

Prinsip keteladanan memang harus dimulai dari pucuk pimpinan, yaitu kepala sekolah dan kepala TU. Harus ada jaminan bahwa dua figur central di sekolah ini beranjak dan terseleksi atas dasar keahlian dan keteladanan. Jika ini benar-benar terjadi akan terbangun tradisi bahwa kepala sekolah muncul sebagai pribadi dengan kompetensi unggul dan teladan terbaik di sekolah. Sehingga tidak ada keraguan jika kepala sekolah diangkat pada sekolah yang selama ini melaksanakan tugas sebagai guru. Begitu pun kepala tata usaha

Perihal ibnufajar75
Saya seorang Guru Matematika di SMA Negeri 1 Pagar Alam - Sumatera Selatan. Sebagai Media Informasi saya mempersilakan untuk copas artikel yang ada di blog ini dengan mencantumkan alamat https://ibnufajar75.wordpress.com

Terima Kasih Atas Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: