Teknologi Sebagai Berkah, bukan Bencana (Resensi Film Linimassa 2)

Salah satu film dokumenter hasil karya anak negeri yang layak ditonton. Film ini memberikan pendidikan dan motivasi yang positif bagi pemakai social media di seluruh nusantara. Untuk menyaksikan film ini anda tidak perlu ke bioskop, namun dapat anda lihat melalui youtube di linimassa.org.

Sebelum menyaksikan film tersebut ada baiknya anda melihat deskripsinya :

  1. Judul Film : Linimassa 2
  2. Genre : Film dokumenter
  3. Director : Dandhy D Laksono
  4. Eksekutif Produser : Donny Bu
  5. Reporter : @Manda_Mande
  6. Kameramen : @Rudibatrix;@Teguh_es;@Lendi_bangbang
  7. Musik : David Suhartoyo
  8. Video Editor : @Fandhibagus
  9. Pemain/Nara sumber : Almasfatie (blogger Maluku);Heru Susanto (blogger Yogya);Lek Iwon (blogger batik Yogya);Yana Noviadi (blogger Tasikmalaya);Ayu Oktariani (Blogger Aktivis HIV/AID Jakarta);Angkie Yudistia (Blogger Penderita tuna rungu Jakarta);Yati Rahmat (Blogger Jakarta);Ambara (penyiar radio Lombok);Siani (Guru PAUD Lombok);Kitanep (Jagawana Lombok);Kertamalip (Kepala desa Lombok);Glenn Fredly (Penyanyi Jakarta)

Film Linimassa 2 adalah lanjutan dari film Linimassa 1.Sebagai ilustrasi awal adalah pemberitaan-pemberitaan yang ada di media cetak maupun elektronik (TV) tentang kerusuhan yang terjadi di Ambon pada tanggal 11 September 2011 yang dilatar belakangi oleh karena tewasnya seorang tukang ojek. Dengan pemberitaan yang dibesar-besarkan oleh media masa tersebut sehingga memperkeruh suasana yang akhirnya pecah kerusuhan Ambon.

Kisah tersebut bertolak belakang dengan cerita blogger asal Maluku yaitu Almas yang berupaya menggalang perdamaian di daerahnya menggunakan social media melalui komunitas-komunitas yang ada di sana. Hal tersebut yang menginspirasi Manda, seorang reporter radio di Jakarta yang mencoba menggali lebih informasi pemanfaatan sosial media di masyarakat Indonesia setelah melakukan wawancara dengan Almas. Hasil petualangan Manda menyusuri penggunaan sosial media tersebut diantaranya :

1. Primadona FM Radio Community di Lombok.

Jauh di daerah pedalaman lombok yaitu di desa Karang Bajo terdapat Komunitas Radio Primadona FM. Mulai beroperasi tahun 2002 dengan ala kadarnya, Primadona FM memberikan layanan siaran yang memberi bantuan dan informasi bagi masyarakat kepada pihak yang berkepentingan seperti : pengurusan KTP, perbaikan sekolah, hingga perbaikan saluran air melalui social media di komunitas radio tersebut.

2. Multimedia Village di Tasikmalaya

Berada di desa Mandala Mekar, tahun 2007 berdiri Komunitas Ruyuh FM yang bertujuan mengajak orang untuk melakukan penghijauan. Selanjutnya untuk menceritakan tentang perkembangan desa tersebut oleh Bapak Yana Noviadi mengembangkan website yang open sourse walaupun dengan keterbatasan jaringan internet.

3. HIV/AID Community Jakarta

Bertujuan untuk sosialisasi bagi penderita HIV/AID dengan membuat komunitas tersendiri melalui sosial media baik itu melalui facebook, twitter, maupun blog.

4. Emak-emak Blogger Jakarta

Yati Rahmat seorang ibu rumah tangga. Berawal dari reseller sebuah produk bisnis online dikembangkan menjadi komunitas dengan membuat blog.

5. Divabel Community Jakarta

Adanya diskriminasi terhadap keterbatasan fisik, seorang blogger cantik Angkie Yudistia yang menderita tuna rungu tergerak untuk membuat komunitas untuk kalangan mereka yang cacat fisik melalui social media.

6. Cyber Village Yogyakarta

Merupakan kampung internet di Yogyakarta, dimana warganya baik dari anak-anak hingga orang dewasa memanfaatkan jaringan internet. Lebih dari itu internet sudah dimanfaatkan sebagai sarana pemasaran bisnis seperti batik. Salah satu yang unik lagi yaitu sebuah pos kamling disulap menjadi tempat untuk mengakses internet yang di beri nama Cakruk 36 Kampung Cyber.

Begitulah keajaiban social media dengan keterbatasan, pengaruhnya dapat mengalahkan sebuah media pemberitaan yang mempunyai modal besar. Oleh karena itu gunakanlah teknologi sebagai berkah, bukan suatu bencana. Caranya bisa anda saksikan pada film dokumenter Linimassa 2 ini. Selamat menyaksikan….

Artikel Lainnya :

 

Perihal ibnufajar75
Saya seorang Guru Matematika di SMA Negeri 1 Pagar Alam - Sumatera Selatan. Sebagai Media Informasi saya mempersilakan untuk copas artikel yang ada di blog ini dengan mencantumkan alamat https://ibnufajar75.wordpress.com

One Response to Teknologi Sebagai Berkah, bukan Bencana (Resensi Film Linimassa 2)

  1. kusumah wijaya mengatakan:

    Reblogged this on Labschool Jakarta and commented:
    Add your thoughts here… (optional)

Terima Kasih Atas Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: