Putusan MK Tentang Sekolah RSBI

demo RSBIPolemik mengenai Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) akan segera diputuskan oleh Mahkamah Konstitusi (MK) pada 8 Januari mendatang.

Anggota Monitoring Pelayan Publik Indonesia Corruption Watch (ICW), Siti Juliantari Rachman, mengatakan bahwa kasus RSBI ini sempat lama tak ada kabarnya sejak pembacaan kesimpulan dari proses sidang pada Juni lalu. Ia juga mengaku bersama dengan rekan yang lain sudah berkali-kali mendatangi MK, tetapi putusan tak kunjung keluar sejak diajukan oleh ICW, Koalisi Pendidikan, dan Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Desember 2011.

“Akhirnya, putusannya akan segera dibacakan pada tanggal 8 Januari nanti pada pukul dua siang. Semoga hasilnya baik,” kata Tari, saat dihubungi, Sabtu (29/12/2012).

Terakhir, pihaknya menyambangi MK dengan membawa surat raksasa yang berisi permohonan percepatan putusan masalah RSBI. Dalam surat tersebut, disebutkan bahwa kekuasaan kehakiman yang dijalankan MK harus dijalankan dengan sederhana dan cepat, mengingat masalah ini hampir setahun tak ada penyelesaian.

“Awalnya kami sempat berpikir untuk mengajukan pada Komisi Informasi Pusat jika tidak segera diputus, tetapi akhirnya Januari nanti putusannya keluar,” ujar Tari.

Seperti diketahui, materi yang digugat adalah Pasal 50 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pasal ini telah menjadi dasar hukum penyelenggaraan 1.300-an sekolah berlabel RSBI. Keberadaan RSBI ini dinilai telah mendiskriminasi warga negara miskin dan tidak sesuai dengan UUD 1945.

Sumber : kompas.com

 

Artikel Lainnya :

Perihal ibnufajar75
Saya seorang Guru Matematika di SMA Negeri 1 Pagar Alam - Sumatera Selatan. Sebagai Media Informasi saya mempersilakan untuk copas artikel yang ada di blog ini dengan mencantumkan alamat https://ibnufajar75.wordpress.com

6 Responses to Putusan MK Tentang Sekolah RSBI

  1. anto mengatakan:

    Kita harus tahu bahwa sesungguhnya Negara berkewajiban untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana yg tercantum didalam pembukaan UUD 1945, begitu juga didalam pasal 31 UUD 1945 ayat 1 dan 2 yang menyatakan bahwa setiap warga negara berhak mendapat pendidikan, setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya.
    Atas dasar itulah Negara bertanggungjawab didalam melaksanakan pendidikan nasional.
    Terkait dengan status RSBI dan SBI; harus memiliki dasar hukum yang jelas terlebih dahulu sebelum diimplementasikan di sekolah-sekolah.
    Konsep RSBI dan SBI yang harus dipahami adalah bahwa status itu dimaksudkan untuk memberikan sarana percepatan bagi siswa-siswa yang memiliki kelebihan kemampuan intelektual. Oleh karenanya, kurikulumnya pun harus kurikulum Nasional Plus.
    Penyelenggaraan kegiatan pendidikan di sekolah RSBI dan SBI, sepenuhnya harus dibiayai oleh Negara.
    Sekolah berstatus RSBI dan SBI ini harus terbuka untuk umum, untuk semua kalangan dari berbagai latar belakang sosial dan ekonomi.

  2. anto mengatakan:

    Bagi saya , ada atau tidak status RSBI dan SBI tidaklah menjadi soal,
    Yang terpenting adalah:

    1. Pastikan setiap warga negara mendapatkan pendidikan, tidak pandang kaya dan miskin
    2. Pastikan setiap warga negara yang memiliki kelebihan kemampuan intelektual dapat diwadahi. (jangan dihambat)

    Jika kita berpikir cerdas, 2 hal diatas menjadi kunci yang sangat luar biasa dahsyatnya bagi kemajuan bangsa dan negara. dan 2 hal itu pulalah yang sangat ditakuti oleh negara lain; jikalau suatu saat nanti Indonesia menjadi negara adidaya.

    Maka dari itu hati-hati terhadap upaya pembonsaian dunia pendidikan, pengkerdilan dunia pendidikan. Saatnya kita Merdeka ! kita bukan kerbau yang dicocok hidung ! Maju terus anak bangsa.

    Karena itu, bukalah akses seluas-luasnya, selebar-lebarnya, semudah-mudahnya, semurah-murahnya, kedalam dunia pendidikan. !!!!!

    • ibnufajar75 mengatakan:

      Sejak tahun 2007 implementasi kebijakan RSBI telah menjadi aksi untuk meningkatkan mutu pendidikan pada sekolah terpilih. Pada umumnya sekolah penyelenggara memiliki keunggulan tertentu di masing-masing daerahnya. Setelah terpilah menjadi RSBI sebagian besar sekolah berjuang untuk memenuhi target mutu. Sebagiannya telah dapat mewujudkan target mutu yang diharapkan. Sekali pun memang berbiaya mahal tetapi kita melihat bahwa sebagian sekolah telah mengembangkan sistem pembelajaran dengan sumber belajar yang sangat variatif melalui penggunaan TIK. Ditunjang dengan peningkatan intensitas pengganaan bahasa Inggris, sekolah telah mengembangkan kerja sama dalam ruang lingkup global. Ruang baru ini telah menjadi wahana dan menyediakan suasana yang kondusif bagi tumbuhnya kolaborasi siswa dalam jejaring internasional. Menurut pengakuan banyak kepala sekolah, jika tanpa RSBI perluasan wawasan keinternasionalan tidak akan tumbuh secepat sekarang.

      Secara umum RSBI juga telah membangkitkan kesadaran untuk mengembangkan benchmarking tidak hanya dalam ruang lingkup nasional, namun telah luas ke ruang lingkup global. Karena itu, sekolah penyelenggara telah membangun budaya baru dalam sistem tata kelola sekolah maupun dalam budaya mutu pembelajaran. Menjadi sekolah unggul di antara sekolah sejenis pada cakupan global. Dari sini tumbuh banyak para kompetitor di bidang akademik dan non akademik di tingkat internasional. Kita akui berbagai raihan prestasi telah meningkatkan kesadaran akan harga diri bangsa.

      Upaya peningkatan mutu pembelajaran pada sebagaian sekolah telah meningkat drastis. Hal ini disebabkan input pendidik yang makin membaik. Di antaranya perbaikan sarana dan suasana sekolah yang makin kondusif menunjang proses pembelajaran dan pembinaan prestasi siswa yang makin efektif. Proses pembelajaran dengan perluasan akses internet, adopsi dan adaptasi best practice telah mendorong terjadi banyak perubahan walaupun belum mampu mengembangkan budaya mutu secara masif. Keterampilan abad 21 seperti kecakapan berpikir kritis, ilmiah, inovatif, dan kreatif belum tumbuh secara komprehensif karena daya dukung kompetensi guru belum tumbuh menyeluruh.

      Sebagai kebijakan, RSBI dapat jadi mengandung banyak kelemahan. Tak ada kebijakan yang utuh hanya mengakibatkan dampak positif. Namun kini karena kelemahannya harus dihentikan. Kerena itu kita sebagai orang yang beriman patut bersyukur kepada Allah pernah menikmati indahnya berjuang di wadah RSBI. Sebagai program dan produk kebijakan boleh berubah. Namun berjuang untuk meningkatkan mutu pendidikan tidak boleh terhenti. Kita nantikan program lain yang lebih ramah yang tidak diskriminatif dan tidak mahal.

  3. Ping-balik: Tentang Transisi Sekolah Eks RSBI « Pagar Alam dot Com

Terima Kasih Atas Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: