Polling Saya Tentang Dampak Sertifikasi Guru Terhadap Kemajuan Pendidikan

guru sertifikasiSertifikasi guru sudah berlangsung mulai tahun 2006. Namun hingga sekarang dampak dari adanya sertifikasi guru terhadap perkembangan dan kemajuan dunia tidaklah signifikan. Begitu juga terhadap tingkat kesejahteraan guru bersangkutan. Hal ini dikarenakan hasil sertifikasi tidak dimanfaatkan guru untuk mengembangkan kompetensinya seperti melanjutkan studi ataupun untuk membelanjakan keperluan pembelajaran sebagai sarana penunjang peningkatan pembelajaran namun digunakan untuk keperluan konsumtif dan notabene untuk membeli barang-barang yang selama ini tidak terjangkau dibeli.

Adapun hasil polling saya mengenai pelaksanaan sertifikasi yang saya lakukan di blog ini pertanyaannya adalah : “Dengan adanya sertifikasi Guru sejak tahun 2006, menurut anda apakah memberikan dampak yang positif terhadap dunia pendidikan di Indonesia”. Dan option jawaban yang saya siapkan ada 3 yaitu : a. Berdampak positif terhadap kesejahteraan guru dan perbaikan mutu pendidikan, b. Berdampak positif terhadap kesejahteraan guru saja, c. Tidak ada dampak positifnya.

Polling ini saya buka selama 2 bulan dan ada 55 orang yang ngevote dengan hasil 40% (22 voter) memilih option jawaban a, 51 % (28 voter) memilih option b, dan 9% (5 voter) memilih option c seperti terlihat pada gambar berikut

polling sertifikasi

Adapun komentar yang diberikan voter cukup beragam, dan berikut komentar mereka :

1. Anggi Siahaan

Salam sejahtera..menurut saya,sertifikasi guru,sangat Menunjang peningkatan mutu pendidikan.karena dengan sertifikasi guru,kehidupan para guru di indonesiapun menjadi sejahtera. sehingga dengan kehidupan yang sejahtera bagi guru, akan memberi mereka semangat dalam proses KBM dikelas.contoh nyata,sudah dapat kita lihat dibeberapa daerah yang kondisi pendidikannya semakin tahun sudah lebih baik,dibanding tahun sebelumnya.Trims.:)

2. Jus

Tunjangan sertifikasi guru sepertinya belum sinkron dengan “peningkatan kesejahteraan guru dan peningkatan mutu pendidikan di Indonesia” bahkan kenyataannya cuma kesejahteraan guru saja yg meningkat. Menurut hemat saya, faktornya ada beberapa hal diantaranya :- regulasi yg masih simpan siur dan administrasi yg juga sedikit mengganggu tugas pokok guru- masih banyak guru yg memamfaatkan kebutuhan tersiernya dibanding kebutuhan peningkatan media pembelajaran- masih banyak guru yg belum inovatif dgn keberadaan tunjangan tersebut- karena adanya dana bos yg membuat peserta didik semakin manja dengan anggapan sekolah murah sehingga minat belajarnya rendah, dgn perbandingan apabila sekolah mahal maka pastilah peserta didik semakin bersungguh-sungguh NB.Saran saya :- Kalau memang dana bos tetap ada, sebaiknya diberikan dalam bentuk media atau barang dan bukan dalam bentuk uang tunai (mungkin pahan kalimat ini)- Sebaiknya tunjangan sertifikasi ditinjau dan dipertimbangkan kembali Thanks.

3. Husaini

Sertifikasi layak diberikan kepada guru-guru yang punya potensi dan berprestasi sehingga yang diwacanakan mutu itu akan mudah dicapai,tapi kalau setifikasi hanya untuk menunjang pendapatan jangan harap mutu akan muncul kepermukaan,kalau untuk mengingat jasa dan penghargaan jangan namakan sebagai guru sertifikasi atau guru profesional….

4. Mazid

Permasalahan peningkatan mutu pendidikan di Indonesia masih sangat komplek. hampir diseluruh aspek yang terkait pada pendidikan belum menghasilkan kerja sama yang baik. konsep dasar keberhasilan pendidikan dihasilkan oleh bentuk kerja sama tim. mulai dari pengawas sekolah, kepala sekolah hingga guru. malah persentase terbesar penentu keberhasilan sekolah itu ada ditangan pengawas sekolah. Tidak ada seorang guru yang mampu menghasilkan seorang siswa yang berhasil disemua bidang. Jika sertifikasi guru diharapkan meningkatkan mutu, maka hal itu hanya akan menghasilkan persentase peningkatan yang rendah, masih banyak sisi lain yang perlu diperbaiki/ditingkatkan

5. Nihayah

Dengan adanya sertifikasi yang begitu banyak yang diterima oleh guru seharusnyalah kinerja guru semakin meningkat,tapi sejauh ini malah mereka bingung mikirin itu uang mau dibuat apaan.malah nggak mikirin bagaimana anak didiknya dapat meningjkat prestasinya.toh pendidikan secara umum malah lebih merosot daripada sebelum ada sertifikasi.bagaimana ini?sudah menghabiskan uang negara sebegiytu banyaknya, tapi dampak untuk negara belum terlihat..kasihan negaranya tambah utang banyak tuh.terus nasib GTT malah tidak diperhatikan, yang juga sama-sama bekerja seperti mereka yang sudah sertifikasi, kadang malah lebih berta GTT.

6. Warkah

Dengan sertifikasi guru tingkat kesejah teraan guru meningkat sehingga kinerja guru meningkat semangat kerja juga meningkat.

7. Nuh Sunyoto

Bila guru itu kunsumtif tentu hanya berdampak pada kesejahteraan guru saja, tetapi bagi guru yang menjaga jeseimbangan antara hak dan kwajiban tentu upaya peningkatan pendidikan akan diperhatikan dgn jln mengup date diri demi achievement muridnya.

Bagi rekan-rekan yang belum sempat memberikan komentar poling saya tersebut silakan untuk menambahkan komentarnya di kotak komentar di bawah ini…

Artikel Lainnya :

Perihal ibnufajar75
Saya seorang Guru Matematika di SMA Negeri 1 Pagar Alam - Sumatera Selatan. Sebagai Media Informasi saya mempersilakan untuk copas artikel yang ada di blog ini dengan mencantumkan alamat https://ibnufajar75.wordpress.com

5 Responses to Polling Saya Tentang Dampak Sertifikasi Guru Terhadap Kemajuan Pendidikan

  1. hari mengatakan:

    peningkatan kesejahteraan guru penting, tetapi mutu sangatlah penting. dalam hal ini malah kebanyakan guru2 tersertifikasi malah yg tidak mengindahkan proses dan tanggung jawab yg ada hanya menuntut hak tak seimbang dgn kewajiban. hapuskan aja sertifikasi berikan tunjanga menyeluruh thd smua tanpa kecuali utk kesejahteraan. kmudian pemetaan mutu pendidikan tetap dilanjutkan dgn asas kejujuran. dana bospun sbaiknya dievaluasi kembali cara dan penggunaannya ini jg permasalah utama ktika penggunanya korup maka ia ce.derung tdk tegas thdp gurunya shingga lagi2 proses tak tecapai…. moga dpt liat pendidikan kita sprti dahulu. krna pendidikan kita mundur….

  2. rhara mengatakan:

    menurut saya,,.. sertifikasi guru itu memng bagus dan mensejaterkan guru2 namun… ada kesenjangan di antara sesama PNS.. apa bedanya guru dengan instansi yang lain sama-sama PNS abdi negara.. guru itu termasuk yang paling istimewa… banyak LIBUR,,,,, jam kerja cuman 7 jam sehari,,, instansi lain… kesehatan misalnya.. resiko kerja tinggi,,, resiko penularan penyakit tinggi, kerja untuk kantor 8 jam sehari,, UGD 24 jam… ngak ada tu libur2 kaya guru2…nachhh harusnya kalo memng setifikasi harus ada,,,,yaaa.. di setarakan lah… agar supaya tdk ada ke senjangan antar instansi…
    lagian kalo di telusuri mulai dr tahun 2006 sejak adanya sertifikasi guru blom ada tu guru yang sertifikasi yang memberi prestasi yang membanggakan,,setau saya… yang ada mereka tu pada sibuk duitx yang masuk ke rekening mw di apaakan,,, mala ada yang menonjolkan kekayaannya dengan sertifikasi tersebut… merugikan negara pula…
    Maaf kepada teman2 guru… tp ini lah salah satu keluhan dr instansi lain,, dan saya yakin banyak yang setuju dengan hal ini… antara DIHAPUSKAN atau DIBERLAKUKAN KE SEMUA INSTANSI.

    • Anonim mengatakan:

      Saya setuju dgn Rhara,,,lbh baik,,sertifikasi guru DIHAPUS saja coz kualitas pendidikn jg ssma aj,,,,bnyk murid ditinggsl gurunya n murid2 tsb hnya dberi tgs coz guru sibuk ngurus sertifikasi,,,,selain itu program ini membuat APBN terbebani n utang negara mkin besar,,,,Alngkh baiknya program tsb dhapus atau disetarakn untuk smua instansi atau dhpus dn alokasi anggaran tsb dlimpahkn untuk kesejahteraan rakyat kecil sperti NELAYAN, BURUH, PETANI, PEDAGANG dsb

  3. Isti ulfaiyah mengatakan:

    saya juga setuju dengan rhara. Bahkan di tempat saya terjadi kesenjangan yang amat sangat antara yang guru yang sudah sertifikasi dan yang belum, maupun GTT. BaHKAN SESAMA GURU MAPEL TIDAK SALING BERTEGUR SAPA, HANYA KARENA REBUTAN 24 JAM MENGAJAR SEBAGAI SYARAT SERTIFIKASI. Sungguh suasana kerja sangat tidak menyenangkan. Padahal banyak dari guru-guru muda non sertifikasi justru menjadi andalan di sekolah, karena kebanyakan mereka menguasai IT. Mereka merangkap pembina OSIS, Bea Siswa, Koperasi, Olimpiade, dll. Sungguh keadaan yang sangat tidak seimbang. Puluhan juta setiap tahun tidak pernah mereka rasakan. Beda dengan mereka yang sertifikasi, Pundi-pundi semakin banyak.

  4. Agus mengatakan:

    Menurut saya sertifikasi guru disamakan dengan remunerasi TNI/POLRI.Sehingga lebih adil, karena semuanya menerima.

Terima Kasih Atas Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: