Rencana Aksi Demonstrasi di Hardiknas

Demo GuruBesok tanggal 2 Mei 2013 diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. Seperti biasanya dalam rangka peringatan tersebut dilaksanakan upacara bendera di berbagai daerah di Indonesia yang dilakukan oleh guru dan siswa. Namun ada hal lain yang akan dilakukan di ibukota selain pelaksanaan upacara, elemen guru dan murid akan turun ke jalan untuk melancarkan aksi besar-besaran menolak pelaksanaan Ujian Nasional (UN) sebagai salah satu syarat kelulusan.

Mereka pun menuntut agar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh untuk segera mundur atau kalau perlu dipecat oleh Presiden.

“Kepada setiap pihak yang merasa dirugikan dari pelaksanaan UN ini, mari kita rapatkan barisan. Guru, orangtua murid, dan murid yang dirugikan akan turun ke jalan, kami akan menuntut pemerintah tanggal 2 Mei nanti,” ujar Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti dalam jumpa pers di kantor Indonesia Corruption Watch pada Minggu (28/4/2013).

Retno menuding selama ini Kemendikbud sudah bersikap tidak adil dengan menggelar UN. Ketidakadilan pemerintah pun mencapai puncaknya pada tertundanya pelaksanaan UN di 11 provinsi akibat pendistribusian soal.

Menurut Retno, pemerintah hingga kini belum menuntaskan kewajibannya menyediakan fasilitas, akses informasi, dan kualitas guru yang sama bagi seluruh peserta didik.

“Mereka tidak profesional. Kerjanya justru menguji terus. Guru diuji UKG (uji kompetensi Guru), murid diuji UN. Ini betul-betul kementerian pengujian. Sementara mereka tidak becus melaksanakan UN,” kata Retno.

Retno menuturkan, FSGI sudah sejak lama mendesak M Nuh agar mundur dari jabatannya. Namun, selama ini menteri itu tak pernah menggubrisnya.

“Kalau M Nuh tidak mau mundur, yang pilih M Nuh ini yang harusnya pecat M Nuh. Kalau yang pilih tidak mau, maka sudah seharusnya rakyat Indonesia memecat presiden,” kata Retno.

Selain itu, Koordinator Sekolah Tanpa Batas (STB) Vicharius Dian Jiwa menambahkan selain isu kekacauan UN. Elemen masyarakat nantinya juga akan mendesak pembatalan Kurikulum 2013. “Kurikulum 2013 bisa disebut kurikulum ngawur,” ungkap Dian.

Oleh karena itu, Dian mengatakan dalam menyambut Hari Buruh dan Hari Pendidikan Nasional yang akan jatuh pada 1-2 Mei mendatang, pihaknya akan melakukan aksi. Adapun, rencananya aksi itu akan digelar oleh FSGI, Front Pemuda Indonesia (FPPI), Sekolah Tanpa Batas (STB), ICW, Solidaritas Anak Jalanan untuk Demokrasi (SALUD), Koalisi Pendidikan, Aliansi Orang Tua Murid, Serikat Guru Tangerang (SGT), Front Aksi Mahaiswa Semanggi Atma Jaya (FAMSI Atma Jaya), dan Mahasiswa Uhamka. Seluruh elemen masyarakat ini menamakan diri sebagai Aliansi Revolusi Pendidikan.

Sebagai pendidik di daerah secara pribadi hanya dapat mendoakan semoga aksi tersebut dapat berjalan lancar dan damai serta apa yang menjadi tuntutannya bisa tercapai demi perbaikan mutu pendidikan di negeri ini.

Sumber : kompas.com

Artikel Lainnya :

Perihal ibnufajar75
Saya seorang Guru Matematika di SMA Negeri 1 Pagar Alam - Sumatera Selatan. Sebagai Media Informasi saya mempersilakan untuk copas artikel yang ada di blog ini dengan mencantumkan alamat https://ibnufajar75.wordpress.com

One Response to Rencana Aksi Demonstrasi di Hardiknas

Terima Kasih Atas Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: