Poling Saya Tentang Penghapusan Ujian Nasional

pollingSebulan yang lalu saya membuat polling di blog ini berkaitan dengan pelaksanaan Ujian Nasional tahun 2013. Adapun pertanyaannya adalah “Dengan Pelaksanaan UN 2013 yang amburadul, setujukah anda UN dihapuskan ?” dan option pilihan yang saya berikan ada tiga yaitu setuju, tidak setuju dan tidak tahu. Hari ini, Ujian Nasional 2013 mulai tingkat SMA/SMK, SMP/MTs, dan SD/MI sudah selesai pelaksanaannya dan bahkan peserta dan orang tua siswa sudah mengetahui hasilnya. Dan dari pelaksanaan Ujian Nasional yang kita saksikan bersama baik itu kelebihan dan kekurangannya, tentu ini akan menjadi perhatian pemerintah mengenai pelaksanaan ujian pada tahun mendatang.

Kembali mengenai polling saya, ternyata dari rekan-rekan pengunjung blog saya ada 105 orang yang memberikan suaranya. Adapun hasil dari pilihan mereka adalah 82 voter atau 78 % setuju UN dihapus, 21 voter atau 20 % tidak setuju UN dihapus, dan 2 voter atau 2 % tidak tahu. Berikut ini merupakan statistik dari hasil polling tersebut :

polling UN

Beberapa dari rekan-rekan pengunjung di samping memberikan suaranya juga menyampaikan gagasan atau pendapatnya tentang pelaksanaan Ujian Nasional 2013, dan berikut pendapat mereka :

1. Yurine Artety

Karena pada umumnya guru seperti makan buah simalakama. kalau di tolong curang, kalau tidak di tolong takut banyak yang tidak lulus.

2. Tamsir

UN sebaiknya tetap ada namun perlu dipersiapkan dengan baik. Karena dengan adanya UN peta mutu sekolah diketahui dan dapat dijadikan sebagai acuan untuk evaluasi dan pembinaan. Tentu saja data yang terekam harus sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. Dengan sistem barcode kejujuran dalam pelaksanaan UN bisa meningkat. Saya sangat setuju dengan sistem barcode karena kecurangan bisa diminimalisir.Disamping itu dengan sistem barcode ini dapat dijadikan sebagai media pemaksaan bagi siswa agar mereka mempersiapkan diri secara mandiri dengan belajar maksimal. Berbagai kecurangan yang terjadi dalam penyelenggaraan UN termasuk kecurangan dalam anggaran memang perlu dibenahi. Untuk itu pelaksanaan kegiatan UN mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan penilaian harus dilakukan secara transparan dan profeional. Para pelaku UN terutama di level atas harus diskrining dengan ketat. Orang yang terlibat dan perusahaan yang dilibatkan harus benar-benar memiliki semangat pengabdian dan memiliki integritas yang tinggi.

3. Anton

UN di tahun ini memang amburadul tapi apapun penyebabnya harus ada pembenahan di UN yang akan datang. UN pada dasarnya sangat bermanfaat dimana sesuai kegunaannya diantaranya untuk pemetaan dan pembiayaan. Andai saja sejak awal UN dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab dan kejujuran dari semua pihak yang terkait mungkin masing-masing satuan pendidikan sudah banyak mendapatkan bantuan.

4. Dr Muhajir

UN tetap perlu dilaksanakan, tetapi tidak hasilnya tidak digunakan sebagai salah satu indikator kelulusan siswa. hasil UN adalah untuk melihat sejauhmana tingkat keberhasilan secara nasional, sehingga hasilnya bisa dipakai untuk perbaikan-perbaikan secara nasional. saat ini UN mengalami banyak persoalan. ketidakjujuran mulai dari siswa sampai guru bahkan kepala sekolah sampai pejabat yang lebih tinggi. inilah yang harus diperhatikan oleh pejabat pengambil keputusan tentang UN. matur nuwun…

5. Dra. Lelly Ribawati, M.Biomed

UN mengakibatkan terjadinya penurunan moral anak bangsa. karena un siswa, guru, kepala sekolah, semua komponen masyarakat banyak mengambil keuntungan dengan melakukan kecurangan dengan cara mencontek, jual bocoran, manipulasi, korupsi, menghalalkan cara agar lulus. bila ingin un dilaksanakan tidak dijadikan akhir dari suatu kelulusan, tp harus dilakukan untuk di evaluasi saja

6. Djamaludin Abubakar

UN sangat dibutuhkan terutama untuk siswa jenjang SMA/SMK sebagai Acuan dan Standart refleksi dalam menentukan kualitas dan pemerataan tingkat penguasaan kompetensi lulusan demi kelanjutan studi pada jenjang yang lebih tinggi ataupun mencari kerja ( bagi siswa yang tidak mampu ), mengingat mutu dan kualitas siswa ( dan pendidik ) tiap daerah adalah relatif ( cendrung tak sama ). dengan UN perbedaan kualitas siswa antar daerah diminimalkan.

7. Pande Ketut Budiarsa

UN yang sudah berjalan dari tahun-tahun sebelumnya selalu terdapat kecurangan/manipulasi baik di tingkat satuan pendidikan maupun kalangan umum. Di tingkat satuan pendidikan manipulasi terjadi karena beberapa faktor, misalnya alasan menjaga nama baik sekolah, tekanan dari pejabat yang lebih tinggi untuk menjaga nama baik daerahnya dan faktor siswa itu sendiri yang semuanya acuanya pada kelulusan. Sedangkan dari kalangan umum, UN dijadikan sebagai lahan untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya, dengan melakukan segala cara tanpa memperhatikan dampak terhadap dunia pendidikan.Dengan harapan lulus yang sangat tinggi, otomatis tujuan pendidikan hanya mengacu pada hasil akhir saja sedangakan proses yang ada pada pendidikan itu semakin terabaikan. Jadilah situasinya semakin rumit seperti sekarang ini, kredibilitas dan wibawa pemerintah sampai pada kredibilitas dan wibawa guru mulai menurun di mata pesesrta didik. Sepertinya ide bahwa UN diterapkan hanya untuk pemetaan mutu saja dan bukan merupakan penentu kelulusan menjadi hal yang mungkin realistis.

8. Yosef Balu

Pendidikan dasar kita 9 tahun bukan 6 tahun,makanya UN SD belum dibutuhkan.

9. Djoko Trijono

Sekarang banyak orang “pinter” di negeri ini, Pinter ngapusi[Bohong] dan pinter ngakali, Untuk dunia pendidikan di negeri ini kiranya sekarang telah menggunakan sistem pendidikan berbasis bisnis, sehingga buntut buntutnya semua uang, Sudah mengabaikan pendidikan akhlak, nasionalisme, semua kiblatnya barat/luar negeri. Beda sekali dengan pendidikan dulu buku pelajaran bisa dipakai sampai 7 thn, murid menghormati gurunya baik didlm/diluar sekolah ada pelajaran moral pancasila, kalau sekarang moral barat.kualitasnya jauh dengan pendidikan dulu. Inilah yang dinamakan bahaya latent komunis sebenarnya, yg merusak moral bangsa ini. sekarang dibutuhkan seorang negarawan bukan politikus, dibutruhkan seorang pemimpin bukan pimpinan. perihal UNAS saya 100% tidak percaya kalau tidak bocor walaupun sy tdk bisa membuktikan, mengapa demikian , alasan saya adalah :1. di departement Agama saja ada korupsi.2. PARPOL yg berbasis agama saja juga korupsi.3. dilembaga tinggi negara Eksekutif, Legislatif, Yudikatif ya ada korupsi Kalau waktu jaman pak Harto mencanangkan gerakan ” Memasyarakatkan olah raga dan mengolahrakan masyarakat” kalau di jaman Reformasi ini ” Memasyarakatkan Korupsi dan Mengkorupsikan Masyarakat”, Saya menjamin suatu saat korupsi di negeri ini menjadi biasa bukan tindakan yg memalukan bahkan bisa menjadi budaya, karena kita sering melihat berita korupsi di TV karena seringnya sehingga menjadi hal yg biasa.Jadi UNA apa UNAS atau apalagi istilahnya itu hanya cara mengakali saja tp ya sama saja preeeet.RASA MALU BANGSA INI SUDAH HILANG, PADA MANUSIA SAJA TIDAK MALU APALAGI DENGAN TUHANNYA.

10. Farah Fauziah

UN sangat bermanfaat untuk mengukur kemampuan siswa, tetapi sekarang permasalahannya bukan para UNnya tapi para oknum yang menjalankannya Dan inilah yang seharusnya diperbaiki

11. Sakeri

Ah….. tergantung gurunya, makanya guru harus profesional, guru harus pintar,disiplin dan berwibaw,jangan asal jadi guru, guru punya tanggung jawab dunia akherat. Bang….!Guru harus menguasai ilmu pengetahuan sesuai bidangnya sarjana minimal S1 dan S1 nya jangan asal asal juga.pokoke kalau guru pinter,cerdas……. siswa pasti pinter juga.Persoalan UN…… UN harus ada untuk mengukur level Nasional, ya saya setuju pelaksanaannya yang harus diperbaiki dan diperketat pengawasannya terhadap oknum guru yang ngebantuin siswa ujian Nasional. Bukannya memberi contoh yang baik, malah merusak citra pendidikan.Biarkan anak lulus dengan hasil kerjanya sendiri. Kalaupun ada yang ga lulus ga apa apa kok.Kan bisa mengulang seperti kayak jaman kita dulu….. Kepala sekolah takut. Ente harusnya lebih takut kepada ALLah.Pecat aja ketika ada oknum guru yang merusak cittra UN. Kita malu dong dengan Malaysia dulu dia membutuhkan Guru kita, lah sekarang……..malah jadi kebalik. Kalau ga ada UN, lantas sebagai alat ukur pendidikan skala Nasional pakai apa?menurut ana harus tetap ada UN itu.jangan gonta ganti melulu. gitu aja kok pusing? perbaiki sistemnya,lebih baik lagi. Kan anngaran pendidikan cukup besar 20% APBN, angka yang sangat pantastis. Masa tidak bisa membuat pendidikan lebih baik di negera ini?Pemerintah, para guru, orang tua dan siswa harus berkualitas. Maka negara ini akan berkualitas. oke…………….Mari kita tingkatkan prestasi kita masing-masing. sektor pendidikan akan mengangkat derajat bangsa kita di mata nasional dan internasional.

12. Wika

UN wajib untuk mengukur kemampuan siswa dalam belajarnya dan kemampuan guru dalam mengembangkan dan menstransfer ilmunya.

13. Nurfajariah

Benar itu klo UN itu cuma jadi ajang bisnis.Lagian ga bisa dong disamakan pendidikan di desa pedalaman yang serba terbatas fasilitas, sarana prasarananya dengan pendidikan di kota yg lengkap segalanya bahkan sudah banyak yg bertaraf internasional.

14. Nurman

UN tdk prlu dhapus, msh dprlukan utk pmetaan kualitas pndidikan, hanya jgn djadikan penentu klulusan, tp nlainya ttp djadikan slah stu komponen dlm pnghitungan nilai ijzah.

Buat rekan-rekan pembaca Pagar Alam dot Com yang sudah memberikan suara dan komentarnya diucapkan terima kasih. Semoga apa yang anda sampaikan dapat menjadi referensi bagi para pembuat kebijakan sehingga pendidikan di negeri ini menjadi lebih baik.

 

 

 

Perihal ibnufajar75
Saya seorang Guru Matematika di SMA Negeri 1 Pagar Alam - Sumatera Selatan. Sebagai Media Informasi saya mempersilakan untuk copas artikel yang ada di blog ini dengan mencantumkan alamat https://ibnufajar75.wordpress.com

2 Responses to Poling Saya Tentang Penghapusan Ujian Nasional

  1. Dede Busandi mengatakan:

    Saya TIDAK SETUJU JIKA UN DI HAPUSKAN.
    Bagi saya ide penghapusan UN hanya diprakarsai oleh oknum yang tidak mempunyai kajian mendalam apa dan bagaimana UN sebenarnya tentang standarisasi pendidikan indonesia dimata internasional.
    UN yang terus di perbaiki saat ini sudah menunjukkan peningkatan yang menurut saya sudah bagus dari segi peningkatan, tidak terkecuali dari segi fasiliasi yang kurang mendukung dikarenakan soal ujian yang amburadul.
    saya sangat mengapresiasi tentang kenaikkan persentase kelulusan yang kali ini meningkat(menurut data kemendikbud).

    Salam hangat,..

  2. Anonim mengatakan:

    terima kasih guru

Terima Kasih Atas Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: