Kekeliruan Umat Saat Merayakan Hari Raya Idul Fitri

kartu lebaranIbadah puasa Ramadhan di tahun 1434 H tahun ini tinggal sehari lagi. Besok hari Kamis kita umat Muslimin sudah merayakan Idul Fitri 1 Syawal 1434 H. Setelah sebulan penuh kita umat Muslimin melaksanakan ibadah puasa Ramadhan kadangkala sebagian dari kita berlebih-lebihan dalam melaksanakan hari raya Idul Fitri bahkan justru menyimpang dari apa yang diajarkan oleh agama kita. Oleh karena itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sehingga ibadah puasa kita yang sudah kita laksanakan tidak sia-sia.

Begitu pula tentang hari raya Idul Fitri. Sudah terbentuk opini di kalangan banyak kaum Muslimin bahwa hari raya Idul Fitri adalah saat bersenang-senang, seakan baru lepas dari beban puasa selama satu bulan penuh. Sebagian lagi berdalih bahwa hari raya Idul Fitri adalah saat untuk menikmati keuntungan melimpah dari hasil dagang selama Ramadhan.

Yang jelas, menurut anggapan sementara sebagian kaum Muslimin, Idul Fitri adalah hari bersenang-senang sampai puas, seakan tanpa batas. Oleh karena itu, banyak kaum Muslimin yang menyusun agenda-agenda kegiatan, tanpa memperdulikan aturan syariat. Agenda-agenda berisi maksiat, foya-foya, hiburan dan tontonan di pantai-pantai, taman-taman dan berbagai tempat menarik lainnya, bahkan tempat-tempat yang sepi. Laki-laki dan perempuan serta muda-mudi yang bukan mahram, bukan pula suami isteri, bercampur aduk menjadi satu. Banyak di antara mereka yang berpasang-pasangan berdua-duaan, bergandeng tangan dan seterusnya untuk melampiaskan kegembiraan dan menikmati kesenangan yang penuh dosa.

Hari Raya Idul Fitri merupakan salah satu syiar kemuliaan kaum Muslimin. Pada hari itu, kaum Muslimin berkumpul. Jiwa-jiwa menjadi bersih dan persatuan terbentuk, Pengaruh kejelekan dan kesengsaraan hilang. Yang nampak pada hari itu hanyalah kebahagiaan. Sehingga hal-hal yang salah dan tidak perlu dilakukan karena merupakan sesuatu yang keliru dalam merayakannya antaranya lain :

  1. Meniru orang kafir dalam berpakaian. Fenomena ini merupakan hal aneh. Padahal seorang muslim dan muslimah seharusnya memiliki semangat untuk menjaga agama, kehormatan dan fitrahnya. Jangan tergoda dengan ikutikutan meniru kebiasaan orang-orang yang tidak menjaga kehormatannya.
  2. Sebagian orang menjadikan hari raya sebagai syiar melaksanakan kemaksiatan, sehingga secara terang-terangan ia melakukan perbuatan yang diharamkan. Misalnya dengan mendengarkan musik dan nyanyian dan memakan makanan yang diharamkan Allah Ta’ala.
  3. Dalam berziarah (kunjungan) tidak memperhatikan etika Islami. Contohnya : bercampurnya laki-laki dan perempuan yang bukan mahram, saling berjabat tangan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram.
  4. Berlebih-lebihan dalam membuat makanan dan minuman yang tidak berfaedah, sehingga banyak yang terbuang, padahal banyak kaum Muslimin yang membutuhkan.
  5. Hari Raya merupakan kesempatan yang sangat baik untuk menyatukan hati kaum Muslimin, baik yang ada hubungan kerabat ataupun tidak. Juga kesempatan untuk mensucikan jiwa dan menyatukan hati. Namun pada kenyataannya, penyakit hati masih tetap saja bercokol.
  6. Menganggap bahwa silaturahmi hanya dikerjakan pada saat hari raya saja.
  7. Menganggap bahwa pada hari raya sebagai saat yang tepat untuk ziarah kubur.
  8. Saling berkunjung untuk saling maaf-memaafkan di antara para kerabat dan sanak famili dengan keyakinan saat itulah yang paling afdhal.

Alangkah indah dan beruntungnya seseorang jika kegiatan-kegiatan yang penuh dengan maksiat atau yang bepotensi maksiat itu diganti dengan kegiatan ibadah yang jelas dituntunkan dalam syariat. Terlebih lagi, pasca Ramadhan. Janganlah merusak ibadah selama Ramadhan dengan hura-hura dan maksiat, apalagi bid’ah. Dengan demikian, opini bahwa hari raya Idul Fitri adalah hari bersenang-senang dan bergembira ria untuk melakukan berbagai perbuatan maksiat, foya-foya serta dosa adalah opini yang salah, dan harus diluruskan dan semoga kita semua mendapat hidayah dari Allah Ta’ala.

Dalam kesempatan yang fitri ini saya pribadi beserta keluarga mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1434 H taqabbalallahu minna wa minkum, mohon maaf lahir bathin jika ada postingan saya selama ini yang kurang berkenan bagi para pembaca blog ini.

Sumber : Majalah As-Sunnah

Artikel Lainnya :

Perihal ibnufajar75
Saya seorang Guru Matematika di SMA Negeri 1 Pagar Alam - Sumatera Selatan. Sebagai Media Informasi saya mempersilakan untuk copas artikel yang ada di blog ini dengan mencantumkan alamat https://ibnufajar75.wordpress.com

3 Responses to Kekeliruan Umat Saat Merayakan Hari Raya Idul Fitri

  1. Anonim mengatakan:

    Maaf Bpk, sy orang yang kurang mengerti Agama. di poin ke-2 dituliskan mendengarkan musik dan nyanyian merupakan salah satu hal yang keliru….. tolong dong di jelaskan kenapa kok salah dan dasarnya apa kok bisa menuliskan seperti itu…… trima kasih…

Terima Kasih Atas Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: