Kisi-kisi Ujian Nasional 2014 (akan) sama dengan Kisi-kisi UN 2013

Blog Urip Guru Kimia

Ujian nasional (UN) meskipun tidak sedikit yang tidak setuju untuk diselenggarakan tapi pemerintah bersikukuh untuk terus menyelenggarakannya. Sebagaimana konvensi UN beberapa waktu lalu yang telah menyepakati akan tetap menyelenggarakan UN (kesepakatan hasil musyawarah yang sudah dapat diterka hasilnya) .Bahkan tahun lalu saja sudah dicetuskan bahwa  kisi-kisi UN 2013 (2012/2013) akan sama dengan kisi-kisi UN 2014 (2013/2014) dan juga tahun berikutnya , alasannya karena tidak banyak berubah. Itupun kalau pemerintah tidak ingkar dengan pernyataannya.

Untuk melihat kisi-kisi soal UN tahun 2012/2013 dan memang belum memiliki silahkan klik di sini.

Lihat pos aslinya 400 kata lagi

Perihal ibnufajar75
Saya seorang Guru Matematika di SMA Negeri 1 Pagar Alam - Sumatera Selatan. Sebagai Media Informasi saya mempersilakan untuk copas artikel yang ada di blog ini dengan mencantumkan alamat https://ibnufajar75.wordpress.com

3 Responses to Kisi-kisi Ujian Nasional 2014 (akan) sama dengan Kisi-kisi UN 2013

  1. kolongtulis mengatakan:

    mungkin dengan hal seperti ini akan mempermudah.

  2. suyono mengatakan:

    Tentang ujian nasional selalu menarik perhatian masyarakat, terutama orang tua dan guru. Berbagai pihak menolak diadakan ujian nasional, dengan berbagai alasan, di antaranya: (1) kurikulumnya sudah KTSP, (2) kita tidak boleh menghakimi siswa hanya melalui beberapa jam, (3) kewenangan guru dirampas. Yang menolak ujian nasional itu sesungguhnya karena tidak paham dan emosional. Pertama, bila tidak ada ujian nasional, kemungkinan akan terjadi empat hal: (1) dinas pendidikan provinsi akan mengadakan ujian bersama, atau (2) dinas pendidikan kota akan mengadakan ujian bersama, atau (3) sekolah serumpun (sesama SMP atau SMA atau SMK atau se-yayasan) mengadakan ujian bersama, atau (4) setiap sekolah mengadakan ujian sendiri-sendiri, benar-benar hanya diuji oleh sekolah sendiri, sehingga antarsekolah berbeda-beda. Dengan empat kemungkinan itu, (a) tidak ada jaminan kualitas soal lebih baik bila dibandingkan dengan ujian nasional, (b) hasilnya tidak bisa dibandingkan atau tidak bisa digunakan untuik pemetaan, (c) anatarsekolah, antarpemerintah kabupaten/kota atau provinsi akan berlomba-lomba menunjukkan nilai yang terbaik dengan berbagai cara (halal atau haram), padahal sesungguhnya belum tentu baik keadaannya. Kedua, tidak benar bila hanya ujian nasional yang dapat memveto siswa lulus atau tidak lulus. Ingat, kelulusan siswa dipertimbangkan berdasarkan beberapa faktor, yakni (a) hasil ujian nasional, (b) hasil ujian sekolah, dan (c) budi pekerti (kelakuan siswa). Nilai ujian nasional baik/lulus, bisa saja siswa tidak lulus bila nilai ujian sekolah dan/atau kelakuan siswa itu buruk. Masalahnya, adakah guru/sekolah yang berani memberi nilai ujian sekolah rendah? Adakah yang berani memberi catatan buruk untuk kelalkuan siswa? Ujian sekolah nilainya selalu baik karena diolah berbagai cara. Oleh karena itu, janganlah ujian nasional disalahkan atau dikambinghitamkan bila ada siswa yang tidak lulus. Bila alasannya karena kurikulumnya sudah KTSP, bukankah yang diujikan dalam ujian nasional (SKL) itu hanya sebagian kecil (KD esensial) dari SK/KD, SK/KD yang lain tanyakan dalam ujian sekolah (kewenangan guru/sekolah). Ujian nasional juga tidak menghakimi siswa, ingat bagaimana rumus kelulusan, mulai dari nilai rapor dipertimbangkan, ujian sekolah juga dipertimbangkan. Apakah kewenangan guru dirampas? Sama sekali tidak. Siapa yang memberi nilai rapor? Siapa yang menyusun soal ujian sekolah dan siapa yang mengoreksinya? Semua guru kan? Walaupun demikian, saya tetap bisa memaklumi bila ada yang menolak ujian nasional, karena mereka memang tidak paham.

    Salam hormat,

    Suyono
    suyono.ok@gmail.com
    082141173800

    • satpol mengatakan:

      komentar goblok mengatakan “Yang menolak ujian nasional itu sesungguhnya karena tidak paham dan emosional” pikirkan kecurangan yang terjadi pada UN, anak sekolah tanpa disadari dilatih utk berbuat curang. Kalo situ merasa pintar gak usah memvonis dengan pikiran idiot Anda utk yg menolak UN, mereka menolak UN sebagai penentu kelulusan, mereka mengingingkan UN tetap ada yg digunakan sebagai pemetaan kualitas pendidikan, bukan penentu kelulusan, sehingga hal-hal perilaku siswa berbuat negatif dpt dihindarkan.

Terima Kasih Atas Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: