Ujian Nasional Sebaiknya Dihapuskan

UNBesok tanggal 8 Mei 2014 adalah hari terakhir dilangsungkan Ujian Nasional SMP sederajat. Sebelumnya pada tanggal 14 s.d 16 April 2014 sudah dilangsungkan Ujian Nasional SMA sederajat.Ujian nasional (UN), selalu menjadi perbincangan masyarakat setiap tahunnya. Mulai dari sistem ujian yang terlalu susah, sampai pelaksanaan UN yang terhambat, bahkan terjadinya kebocoran soal menjadi salah satu topik utama.

Berikut ini adalah sejarah Ujian Nasional dilaksanakan dan apa yang menjadi dasarnya, yaitu :

1950 – 1960-an

Ujian akhir pada tahun ini disebut Ujian Penghabisan. Ujian penghabisan dilakukan secara nasional dan seluruh soal dibuat Departemen Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan. Seluruh soal dalam bentuk esai. Hasil Ujian tidak diperiksa di sekolah tempat ujian, tetapi di pusat rayon.

1965-1971

Semua mata pelajaran diujikan dalam hajat yang disebut ujian Negara. Bahan ujian dibuat oleh pemerintah pusat dan berlaku untuk seluruh wilayah Indonesia. Pemerintahan waktu ujian.

1972-1979

Pemerintah memberikan kebebasan setiap sekolah atau sekelompok setiap sekolah atau sekelompok sekolah menyelenggarakan ujian sendiri. Pembuatan soal dan proses penilaian dilakukan masing-masing sekolah atau kelompok. Pemerintah hanya menyusun pedoman dan panduan yang bersifat umum.

1980-2000

Mulai dari diselenggarakan ujian akhir nasional yang disebut evaluasi belajar tahan akhir nasional (EBTANAS). Model ujian akhir ini menggunakan dua bentuk yaitu EBTANAS untuk mata pelajaran pokok sedang EBTA untuk mata pelajaran non-ebtanas. EBTANAS dikoordinasikan pemerintah pusat dan EBTA dikoordonasi pemerintah provinsi. Kelulusan ditentukan oleh kombinasi dua evaluasi tadi ditambah nilai ujian harian yang tertera di buku rapor.

2001-2004

EBTANAS diganti menjadi ujian akhir nasional (UNAS). Hal yang menonjol dalam peralihan nama EBTANAS menjadi UNAS adalah penentuan kelulusan siswa, yaitu dalam EBTANAS kelulusananya berdasarkan nilai EBTANAS Murni, sedangkan Unas ditentukan pada mata pelajaran secara Individual.

2005-2009

Perubahan sistem yaitu pada target wajib belajar pendidikan (SD/MI/SD-LB/MTS/SMP/SMP-LB/SMA/MA/SMK/SMA-LB), sehingga nilai kelulusan ada target minimal.

2010-sekarang

Unas diganti menjadi Ujian Nasional (UN). Dengan target, para minimal UN sehingga dapat lulus UN dengan baik.

Perlu diketahui, Ujian Negara ternyata mempunyai tiga landasan. Pertama, UU sistem pendidikan Nasional (sisdiknas) nomor 20/2003. Kedua PP nomor 19/2005 tentang standar nasional pendidikan. Ketiga, Permendiknas 47/2006.

Sebagai mana yang kita saksikan saat ini, bahwa pada pelaksanaan Ujian Nasional sudah menyimpang dari tujuan diselenggarakannya ujian ini. Seperti yang kita lihat bersama kebocoran soal terjadi dimana-mana baik tingkat SMP maupun SMA. Padahal pemerintah sendiri dalam hal ini BSNP sudah mengupayakan agar tidak terjadi kebocoran dan kecurangan dengan semakin memperbanyak jumlah paket soal maupun pengamanan soal. Namun kebocoran tetap saja terjadi.

Juga Ujian Nasional bukanlah sebuah instrumen yang baik untuk mengetahui tingkat kemampuan siswa untuk lulus disebuah jenjang pendidikan apalagi jika dilaksanakan secara nasional seperti yang pernah saya kemukakan pada postingan saya sebelumnya kontroversi Ujian Nasional ditinjau dari landasan hukum pendidikan.

Terlebih setelah saya membaca artikel ada siswi sampai bunuh diri sebagai akibat tidak bisa mengerjakan soal Ujian. Memang sebagai pendidik saya mengamati ada beban yang berat yang disandang siswa saat menghadapi Ujian Nasional terlebih saat menunggu detik-detik pengumuman Ujian tersebut.

Dari uraian di atas saya sebagai pendidik mengharapkan kepada pihak kementrian pendidikan untuk kembali mengevaluasi akan pelaksanaan Ujian Nasional di tahun-tahun yang akan datang. Karena jika kita berpikir dengan nurani kita tentu ada jalan lain sebagai proses akhir seorang siswa dalam menempuh diakhir jenjang pendidikannya selain Ujian Nasional….

 

Artikel Lainnya :

Perihal ibnufajar75
Saya seorang Guru Matematika di SMA Negeri 1 Pagar Alam - Sumatera Selatan. Sebagai Media Informasi saya mempersilakan untuk copas artikel yang ada di blog ini dengan mencantumkan alamat https://ibnufajar75.wordpress.com

5 Responses to Ujian Nasional Sebaiknya Dihapuskan

  1. AL mengatakan:

    Wah bener tu pak…. Ujian sekolah sekarang memang harus diatasi untuk menjaga kebocoran soal atau kalau tidak dihapuskan saja.

  2. taufikibrahim mengatakan:

    Semoga pemerintah mendengarkan suara hati yang terkandung di artikel ini. dan semoga ada pencerahan bagi dunia pendidikan di negri ini ke depannya! Salam Kreasi-Inovasi-Motivasi! 🙂

    • Anonim mengatakan:

      Dulu saat masih ebtanas kebocoran tidak banyak terjadi seperti un saat ini, smg pak nuh n para pengambil kebijakan terkait un mau melskukan eds, bukan hanya guru saja yg dituntut melakukan eds.

  3. Oes mengatakan:

    Betul banget pak,lebih banyak mudharatnya, bukannya mendidik jujur malah meningkatkan angka ketidakjujuran. Tapi mau gimana lagi, yang buat kebijakan pemerintah. Semoga kita dapat berbagi info pak, kunjungi juga blog saya pak, mungkin dapat bertukar info

  4. syahler mengatakan:

    UN dihapuskan? jika UN dihapuskan berarti Kementerian pendidikan juga mau dihapuskan… ah ada-ada saja saudaraku ini …. Kalau memang setiap warga negara ini dipupuk rasa nasionalismenya yang tinggi jangankan UN, UI (ujian Internasionalpun harus bisa dihadapi, kapan Indonesia ini mau maju ….sekarang ini sistem pelaksanaannya yang diperbaiki, atau kurikulumnya harus memenuhi standar nasional, mungkin kita sudah lupa tentang keilmuan yang kita miliki bahkan rasa nasionalis sudah terkikis, lihat media elektronik, media massa sudah jauh dari rasa nasionalis yang hampir sepangjang hari merusak jiwa bangsa ini…. sudah terlalu bebas, dan tidak berdasarkan nilai akhlak yang tinggi lagi, hanya memprotes aja yang tau tapi dirinya tidak pernah dinilai apakah sudah dilaksanakan nilai nilai positif. karena sudah kebanyakan membuka aib orang apakah ini tidak dilarang menurut agama? coba di analisa kebelakang semenjak adanya pemberitaan tentang aib orang ditelevisi maka semakin tak percaya lagi terhadap pemimpin di negara ini karena tidak pernah melihat keadaan masyarakat lagi karena sibuk dengan spekulasi, nepotisme ditempat tempat yang serba glamor, akhirnya rasa tenggang rasa tidak ada lagi, tidak sesuai dengan “thw Six M”. (Man, Money, Methose, Material, Machine, and Market). Sibuk dengan bisnis (perbuatan setan) yang benar itu adalah berikhtiar (setiap berusaha harus ingat sang pencipta (Allah SWT. bukan perbuatan setan yang sibuk berurusan dengan uang….wahhh saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air, amalkanlah ilmumu agar dapat dicontoh orang banyak bukan dilaksanakan perbuatan setan yang hanya menggunakan nafsu tanpa memikirkan manfaat dan mudaratnya semoga pendidikan di Indonesia ini semakin mem baik sesuai dengan ajaran orang-orang yang soleh-soleha amiiin. saya sebagai pendidik juga merasakan apa yang saudara rasakan tapi karena saya kasihan terhadap pribumi ini yang semakin diobo-obo oleh negara-negara maju. jadilah punya ilmu agar kedudukan semua insan dapat dinaikkan derajatnya. tanpa ilmu kita tak akan bisa apa-apa. sekali lagi saudaraku bangkitkanlah semangat pribumi ini kembali rasa nasionalisme agar jangan kembali lagi masa-masa yang pahit yang sudah dirasakah oleh nenek moyang terdahulu selama lebih dari 4 abad. Belajar….belajar….belajar dan bekerja keras untuk meningkatkan ketakwaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa. Oke! lebih enak sebenarnya bermusyarah di tempat yang telah di tentukan yaitu PGRI saat mengevaluasi diri, mau dikemanakan bangsa ini karena inilah soko guru yang membangkitkan semangat nasionalisme lihat negara-negara maju justru dengan rasionalismenya yang tinggi maka mereka dapat maju baca kembali sejarah perang dunia I dan Perang Dunia II. Semoga…..

Terima Kasih Atas Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: