Sistem Penggajian PNS 2015 Dengan Single Salary System

Single Salary 1Berdasarkan PP No.7 Tahun 1977 tentang Gaji PNS, penghasilan sah yang diterima seorang pegawai negeri sipil terdiri atas gaji pokok, kenaikan gaji berkala, kenaikan gaji istimewa, tunjangan, serta Honorarium. Dalam implementasinya, sistem penggajian ini masih menyisakan beberapa permasalahan karena besaran gaji yang diberikan dirasakan kurang memenuhi unsur kehidupan layak, gaji PNS kurang kompetitif dan tidak memenuhi prinsip “equity”.

Kondisi tersebut memberikan efek kurang memotivasi pegawai untuk bekerja secara kompetetif karena variabel penggajian hanya mempertimbangkan masa kerja & golongan ruang. Selain itu, tunjangan (jabatan struktural) lebih besar dari gaji pokok sehingga ketika seorang pegawai pensiun, maka akan terjadi penurunan penghasilan yang sangat signifikan karena besaran pensiun didasarkan pada gaji pokok.

Untuk melakukan perbaikan, maka BKN tengah melakukan focus group discussion (FGD) draft penataan sistem penggajian pemberian tunjangan dan fasilitas PNS menuju pada sistem yang adil dan layak, yang berdasarkan tugas, tanggung jawab, beban kerja serta kinerja dengan sistem single salary. salah satu kegiatan FGD dilaksanakan pada Jum’at (5/04) di ruang rapat Kanreg I BKN Yogyakarta. FGD ini menghadirkan mantan rektor UGM yang sekaligus mantan Kepala BKN Prof. Sofyan Effendi, perwakilan dari Kementerian Keuangan, Sekretariat Negara, dan beberapa perwakilan BKD.

Dalam konstruksi Single Salary System, pegawai hanya akan diberikan gaji bersih. Anatomi Single salary system terdiri atas unsur jabatan, kinerja, serta grade + step. Single salary system mengakumulasi berbagai jenis penghasilan dan menetapkan komponen penghasilan menjadi satu jenis penghasilan (gaji jabatan).

Single Salary 2

Sistem penggajian PNS berbasis jabatan tidak lagi mendasarkan pangkat dan golongan ruang, tetapi didasarkan bobot/grade jabatan (evaluasi jabatan). Penetapan besaran gaji terendah harus mempertimbangkan standar kehidupan layak (cost of living), besaran gaji di sektor swasta atau BUMN untuk semua jenjang jabatan setara.

Selain penghasilan yang diterimakan secara langsung, juga dimungkinkan pemberian tunjangan lainnya (tunjangan operasi pengamanan pada pulau-pulau kecil terluar dan wilayah perbatasan, tunjangan daerah terpencil, daerah konflik, tunjangan resiko bahaya). Sementara Penghasilan PNS yang tidak diterimakan secara langsung meliputi: tunjangan pajak iuran kesehatan & kecelakaan kerja, iuran pensiun dan THT, iuran tabungan perumahan, iuran jaminan pendidikan bagi putera-puteri PNS, serta uang pengganti cuti. (Rdl)

 

Sumber : Gaji PNS Dirancang Single Salary Sistem – BKN Kanreg I 

 

Perihal ibnufajar75
Saya seorang Guru Matematika di SMA Negeri 1 Pagar Alam - Sumatera Selatan. Sebagai Media Informasi saya mempersilakan untuk copas artikel yang ada di blog ini dengan mencantumkan alamat https://ibnufajar75.wordpress.com

10 Responses to Sistem Penggajian PNS 2015 Dengan Single Salary System

  1. yadi mengatakan:

    wah ni impo yg menyenagkan sobat….moga nambah gairah tuk selalu berpikir tuk pendidikn yang lebih baik

  2. Iva Mairisti mengatakan:

    agak-agak gak ngerti hehe

  3. sujarwati mengatakan:

    Saya sangat setuju gagasan penggajian PNS ini dan baik penerima maupun negara sama-sama di untungkan dan sangat efisien sekali. Tdk menimbulkan dampak kecemburuan dan akan berdampak positif terhadap kinefja PNS.JIKAJOKOWI SBG PREsiden terpilih tdk setuju .jokowi yg perlu di daur ulang cara berfikirnya saya guru smkn di malang dan sdh 25th mengajar! Sukses utk yg punya ide

  4. Ekonomi Modern mengatakan:

    info blognya bagus. kunjungi juga blog saya,
    di http://kuliahekonomimodern.wordpress.com/

  5. Ping-balik: Model-model Pembelajaran Yang Sesuai Dengan Kurikulum 2013 | PENDIDIKAN MATEMATIKA

  6. septyono mengatakan:

    Kayanya klo sistem penggajiannya spt ini sy setuju sekali..ini akan lebih merangsang PNS untuk lebih berptestasi

  7. Anonim mengatakan:

    alhamdulillah mudah an di kabinet ini betul betul bisa teralisasikan demi permaikan nasib pns di negeri ini

  8. bam mengatakan:

    Msh belum yakin lbh baik. Soalnya Remunerasi yg sdh dijalankan sj di tempat kami (instansi litbang) malah menimbulkan ketidakadilan dan tidak fair. Mengapa? Krn 1.Pemberian tunjangan kinerja berdasar jabatan dan kehadiran, bukan berbasis kinerja. 2.Tunjangan fungsional msh diberikan shg terjadi duplikasi tunjangan. Yg santai malah dapat banyak, yg kerja menerima lbh rendah.

  9. Frankie mengatakan:

    Saya gak setuju dengan sistem greade untuk penggajian pns tolong di revisi ulang

Terima Kasih Atas Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: