Kurikulum 2013… Pelaksanaan Tergesa-gesa, Berhentinyapun Mendadak

kurtilasMulai tahun ajaran 2013/2014 Implementasi Kurikulum 2013 mulai dilaksanakan di beberapa sekolah yang ditunjuk untuk melaksanakan Kurikulum 2013 tersebut. Adapun sekolah-sekolah pelaksana kurikulum 2013 ini sejumlah 2.598 untuk tingkat SD,1.436 untuk tingkat SMP dan 1.270 untuk tingkat SMA. Sedangkan untuk SMK sebanyak 1.021 sekolah.Sehingga total sekolah pelaksana kurikulum 2013 pada tahun ajaran 2013/2014 ada 6.325 sekolah .

Kemudian untuk memberi pengetahuan terhadap Kurikulum 2013 tersebut diadakan pelatihan terhadap guru-guru pelaksana kurikulum 2013 akan dilakukan secara bertahap. Guru inti yang telah dilatih oleh instruktur nasional selama satu minggu, nantinya akan melatih guru-guru di sekolah sasaran di minggu berikutnya. Tidak hanya guru, Kepala Sekolah dan pengawas juga akan dilatih. Setelah jalani pelatihan, guru-guru pelaksana kurikulum 2013 tetap mendapat pendampingan selama mengajar satu semester.

Di tahun ajaran berikutnya yaitu 2014/2015 tiba-tiba kurikulum 2013 dilaksanakan di semua sekolah tanpa kecuali. Yang cukup aneh adalah pada implementasinya semua sekolah wajib melaksanakan Kurikulum 2013 ini di dua tingkatan yaitu untuk jenjang SMP/MTs di kelas VII dan VIII, jenjang SMA/SMK/MA di kelas X dan XI. Dan yang parah di SD karena harus melaksanakan 4 tingkatan yaitu kelas I, II, IV, dan V.

Hal tersebut jelas memberatkan di sekolah-sekolah yang baru melaksanakan di tahun ajaran 2014/2015 karena aneh jika di tingkat sebelumnya menggunakan KTSP kemudian berubah di Kurikulum 2013 walaupun untuk mengakomodir ketertinggalan materi di kelas sebelumnya kementrian menyiapkan program matrikulasi, namun ini justru memberatkan siswa-siswa tersebut.

Dengan pola pendampingan, akhirnya walaupun terseok-seok Kurikulum 2013 dapat dilaksanakan disemua sekolah walaupun di sana-sini jelas banyak kekurangannya dan belum sesuai dengan yang diinginkan. Memang banyak permasalahan yang muncul akibat dari tergesa-gesanya pelaksanaan Kurikulum 2013 tersebut seperti buku pegangan guru dan siswa yang tidak kunjung diterima, pembelajaran yang belum sepenuhnya menggunakan prinsip pembelajaran saintifik dan 5 M, guru yang beranggapan bahwa dengan kurikulum terbaru ini guru sudah tidak perlu menjelaskan materi yang disampaikannya, dan permasalahan-permasalahan lainnya.

Kemudian yang mengejutkan, tiba-tiba Mendikbud Anis Baswedan menghentikan Implementasi Kurikulum 2013 di sekolah-sekolah yang baru melaksanakan selama satu semester. Dari penghentian yang tiba-tiba tersebut tentu saja membawa dampak terhadap sekolah-sekolah yang menghentikan Kurikulum 2013, antara lain: Rapor siswa yang belang-belang karena ada satu semester yang menggunakan kurikulum berbeda, ada kompetensi yang harus dikuasai siswa namun tidak dipelajari, kuntuk siswa kelas X yang semula sudah peminatan kembali ke umum, kurikulum sekolah yang harus berubah di tengah semester, dan juga masalah beban mengajar 24 jam guru yang kembali berubah.

 

Artikel Lainnya :

Perihal ibnufajar75
Saya seorang Guru Matematika di SMA Negeri 1 Pagar Alam - Sumatera Selatan. Sebagai Media Informasi saya mempersilakan untuk copas artikel yang ada di blog ini dengan mencantumkan alamat https://ibnufajar75.wordpress.com

6 Responses to Kurikulum 2013… Pelaksanaan Tergesa-gesa, Berhentinyapun Mendadak

  1. wuli mengatakan:

    Guru dan siswa baru saja belok ke kiri (K-13) dengan berdarah-darah, eee ternyata dibelokkan lagi lurus (KTSP) secara mendadak, akhirnya kita yang terjungkal dan remuk redam jadinya. Sebetulnya pak menteri bisa ngumpulkan masukan dari masing-masing sekolah. Caranya berikan kesempatan guru bermusyawarah di tngkat sekolah, hasilnya di koordinasikan di dinas setempat, baru d kanwil dan akhrnya di kementrian sehingga bisa membuat keputusan yang baik untuk semua pihak

  2. JOKO PRAMONO mengatakan:

    Tidak jadi masalah kembali ke KTSP. Kurikulum 2013 masih sangat banyak yang perlu dibenahi. Kesannya memang K-13 terlalu dipaksakan. Sudah benar langkah Pak Menteri. Angkat jempol untuk Pak Anies Baswedan.

  3. intinya adalah kita jangan terbebani oleh kurikulum.

  4. Amalia Agustina mengatakan:

    Izin repost ya pak🙂

Terima Kasih Atas Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: