Simposium Guru 2015

tutwuriDirektorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) pada tahun 2015 akan menyelenggarakan kegiatan Simposium Guru dan Tenaga kependidikan Tingkat Nasional pada tanggal 24-25 November 2015, di Istora senayan Jakarta. Simposium Guru dan Tenaga Kependidikan Tingkat nasional merupakan wahana yang berguna untuk menuangkan ide, gagasan dan mencari pemecahan isu atau permasalahan strategis tentang pendidikan dengan melibatkan unsur pakar perguruan tinggi, praktisi pendidikan, pemerhati pendidikan, LSM pendidikan, serta guru dan tenaga kependidikan berprestasi tingkat nasional.

Simposium ini juga mempresentasikan karya ilmiah dan inovasi pembelajaran guru dalam bentuk seminar dan pameran hasil karya ilmiah serta inovasi pembelajaran guru. Peserta simposium diwajibkan mendaftar, dengan 2 (dua) mekanisme yang pertama peserta (Guru dan Tenaga Kependidikan) dengan menyertakan karya berupa karya tulis ilmiah maupun inovasi pembelajaran dan yang kedua adalah pendaftar umum (masyarakat). Peserta yang mengirimkan karya tulis dan atau inovasi pembelajaran terbaik akan mendapat hadiah berupa:

Baca pos ini lebih lanjut

Batas Akhir Pengumpulan Naskah Lomba LKIG 2015 Tanggal 30 September

LKG 2015Sebagai bagian dari upaya meningkatkan profesional guru, Pusat Pengembangan Profesi Pendidik (Pusbangprodik), Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan Penjaminan Mutu Pendidikan, (sekarang Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengadakan “Lomba Kreativitas Guru Tingkat Nasional”. Di tahun 2015 ini,  panitia lomba mulai menerima naskah lomba dari para peserta yang merupakan guru aktif sejak 2 Mei lalu dan akan berakhir pada 30 September mendatang.

Lomba kreativitas guru (LKG) merupakan agenda tahunan yang telah dilaksanakan dari 2002. Di tahun ini tema yang diangkat adalah “Guru Kreatif dan Inovatif Mewujudkan Pembelajaran Berkualitas”. Tujuan diadakannya LKG adalah untuk memotivasi dan memfasilitasi serta menginspirasi guru untuk mengkreasikan model pembelajaran terbaik. Selain itu, guru juga diharapkan dapat mengembangkan bakat, minat, dan kebiasaan dalam membuat karya ilmiah yang inovatif secara baik dan benar.
Baca pos ini lebih lanjut

Cara Seleksi SNMPTN Jalur Undangan 2015

ptnDari 852.093 pendaftar, hanya 137.005 siswa yang diterima di 63 perguruan tinggi negeri (PTN). Bagaimana cara PTN menyeleksi peserta SNMPTN 2015 ?
Dikutip dari keterangan panitia SNMPTN 2015, proses seleksi pada SNMPTN meliputi tiga komponen. Pertama, komponen siswa. Seleksi dilakukan dengan melihat nilai rapor, Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) mata pelajaran, prestasi akademis lain di luar yang tercantum pada rapor, dan sertifikat prestasi lainnya yang relevan dengan pilihan program studi.
Kemudian, komponen sekolah meliputi peringkat akreditasi sekolah dan kualitas alumni tahun-tahun sebelumnya. Terakhir, PTN juga mempertimbangkan aksesibilitas siswa yang berasal dari daerah Tertinggal, Terluar, dan Terdepan (3T) dan keluarga kurang mampu.

Baca pos ini lebih lanjut

Kriteria Kelulusan Siswa 2015

UN 2015Sesuai dengan peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan nomor 144 tahun 2014 tentang Kriteria kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan dan penyelenggaraan Ujian Sekolah/Madrasah/Pendidikan kesetaraan dan Ujian Nasional sebagai berikut :

1. Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan setelah:

  • menyelesaikan seluruh program pembelajaran
  • memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran
  • lulus Ujian US/M/PK dan lulus UN

Baca pos ini lebih lanjut

Sistem Penggajian PNS 2015 Dengan Single Salary System

Single Salary 1Berdasarkan PP No.7 Tahun 1977 tentang Gaji PNS, penghasilan sah yang diterima seorang pegawai negeri sipil terdiri atas gaji pokok, kenaikan gaji berkala, kenaikan gaji istimewa, tunjangan, serta Honorarium. Dalam implementasinya, sistem penggajian ini masih menyisakan beberapa permasalahan karena besaran gaji yang diberikan dirasakan kurang memenuhi unsur kehidupan layak, gaji PNS kurang kompetitif dan tidak memenuhi prinsip “equity”.

Kondisi tersebut memberikan efek kurang memotivasi pegawai untuk bekerja secara kompetetif karena variabel penggajian hanya mempertimbangkan masa kerja & golongan ruang. Selain itu, tunjangan (jabatan struktural) lebih besar dari gaji pokok sehingga ketika seorang pegawai pensiun, maka akan terjadi penurunan penghasilan yang sangat signifikan karena besaran pensiun didasarkan pada gaji pokok.

Baca pos ini lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: