Rencana Aksi Demonstrasi di Hardiknas

Demo GuruBesok tanggal 2 Mei 2013 diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. Seperti biasanya dalam rangka peringatan tersebut dilaksanakan upacara bendera di berbagai daerah di Indonesia yang dilakukan oleh guru dan siswa. Namun ada hal lain yang akan dilakukan di ibukota selain pelaksanaan upacara, elemen guru dan murid akan turun ke jalan untuk melancarkan aksi besar-besaran menolak pelaksanaan Ujian Nasional (UN) sebagai salah satu syarat kelulusan.

Mereka pun menuntut agar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh untuk segera mundur atau kalau perlu dipecat oleh Presiden.

“Kepada setiap pihak yang merasa dirugikan dari pelaksanaan UN ini, mari kita rapatkan barisan. Guru, orangtua murid, dan murid yang dirugikan akan turun ke jalan, kami akan menuntut pemerintah tanggal 2 Mei nanti,” ujar Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti dalam jumpa pers di kantor Indonesia Corruption Watch pada Minggu (28/4/2013).
Baca pos ini lebih lanjut

Iklan

Pendekatan dan Metode Pembelajaran dalam Kurikulum 2013

kurikulum 2013Dalam draft Pengembangan Kurikulum 20013 diisyaratkan bahwa proses pembelajaran yang dikehendaki adalah pembelajaran yang mengedepankan pengalaman personal melalui observasi (menyimak, melihat, membaca, mendengar), asosiasi, bertanya, menyimpulkan, dan mengkomunikasikan. Disebutkan pula, bahwa proses pembelajaran yang dikehendaki adalah proses pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (student centered active learning) dengan sifat pembelajaran yang kontekstual. (Sumber: Pengembangan Kurikulum 20013, Bahan Uji Publik, Kemendikbud)

Apakah ini sesuatu yang baru dalam pendidikan kita? Saya meyakini, secara konseptual proses pembelajaran yang ditawarkan dalam Kurikulum 2013 ini bukanlah hal baru. Jika kita cermati kurikulum 2004 (KBK) dan Kurikulum 2006 (KTSP), pada dasarnya menghendaki proses pembelajaran yang sama seperti apa yang tersurat dalam Kurikulum 2013 di atas. Pada periode KBK dan KTSP, kita telah diperkenalkan atau bahkan kebanjiran dengan aneka konsep pembelajaran mutakhir, sebut saja: Pembelajaran Konstruktivisme, PAKEM, Pembelajaran Kontekstual, Quantum Learning, Pembelajaran Aktif, Pembelajaran Berdasarkan Masalah, Pembelajaran Inkuiri, Pembelajaran Kooperatif dengan aneka tipenya, dan sebagainya.

Baca pos ini lebih lanjut

Ujian Nasional 2012 Tetap Sama

Sudah cukup lama saya tidak membuat postingan di blog saya ini karena banyak hal-hal lain yang menyita waktu saya. Baru hari ini saya dapat menyempatkan diri membuat postingan ini semoga dapat memberikan manfaat kepada semua pembacanya. Amin

Sebagai seorang pendidik saya prihatin setelah membaca POS UN 2012. Bagaimana tidak, teknis pelaksanaan Ujian Nasional tahun pelajaran 2011/2012 secara umum masih sama seperti Ujian Nasional Tahun pelajaran 2010/2011.

Yang mendasari keprihatin saya seperti yang kita saksikan bersama, diwaktu ujian nasional tahun lalu sudah menjadi rahasia umum kecurangan terjadi dimana-mana. Tapi seolah pemerintah tutup mata dengan kejadian tersebut dan akan mengulanginya di tahun ajaran ini.

Sementara sebagai pendidik kami harus terus menerus menanamkan pendidikan karakter kepada peserta didik terutama kejujuran, namun diakhir pembelajaran mereka kami harus menyaksikan kecurangan yang nyata ada didepan mata.

Sebagai contoh mengenai nilai kelulusannya dengan rumus
NS = 0,6 x NUS + 0,4 NR
Untuk Nilai ujian sekolah yang berbobot 0,6 mengakibatkan sekolah berlomba-lomba membentuk tim sukses UN. Sedangkan Nilai Raport yang berbobot 0,4 sekolah juga berlomba-lomba membesarkan nilai anak yang tidak sesuai dengan tingkat kemampuannya, tapi bertujuan untuk mencapai nilai akhir sekolah mencapai batas standar yaitu minimal 5,5. Baca pos ini lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: