Permen 68 Tahun 2014 Mengatur Peran Guru TIK dalam Implementasi Kurikulum 2013

tikGonjang ganjing akan nasib guru TIK terjawab sudah melalui Permendikbud Nomor 68 Tahun 2014. Pada Permen ini mengatur tentang peran guru TIK pada Kurikulum 2013. Berikut ini peranan guru TIK pada kurikulum 2013 yaitu :

  1. membimbing peserta d i d i k pada SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK, atau yang sederajat untuk mencapai standar kompetensi lulusan pendidikan dasar dan menengah.
  2. memfasilitasi sesama g u r u pada SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK, atau yang sederajat dalam menggunakan TIK untuk persiapan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran pada pendidikan dasar dan menengah; dan
  3. memfasilitasi tenaga kependidikan pada SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK, atau yang sederajat dalam mengembangkan sistem manajemen sekolah berbasis TIK.

Baca pos ini lebih lanjut

Penundaan Pelaksanaan Uji Kompetensi Guru 2013

UKG dan Kurikulum 2013Uji Kompetensi Awal (UKA) atau sekarang disebut Uji Kompetensi Guru (UKG) yang sedianya akan dilaksanakan 2 s.d. 12 April 2013 akhirnya ditunda pada Bulan Mei 2013. Penundaan pelaksanaan UKG tersebut dikarenakan anggaran pelaksanaan UKG masih dalam proses pembahasan.

Pemberitahuan resmi tentang Penundaan pelaksanaan UKG 2013 yaitu Surat Kepala Pusat Pengembangan Profesi Pendidik, No : 05503/J2/LL/2013 yang berisi tentang Perubahan Jadwal Pelaksanaan Uji Kompetensi 2013 Pelaksanaannya ditunda sampai dengan bulan Mei 2013 karena anggaran pelaksanaan UKG masih dalam proses pembahasan. Selain informasi penundaan UKG 2013 dalam surat tersebut juga berisi tentang informasi mengenai nasib guru-guru TIK. Pada Uji Kompetensi Guru (UKG) Tahun 2013 ini tidak ada mata uji untuk mata pelajaran TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). Alasanya karena pada kurikulum 2013 untuk jenjang SMP dan SMA/MA/SMK mata pelajaran TIK tidak ada.

Berikut isi dari surat Kepala Pusat Pengembangan Profesi Pendidik, No : 05503/J2/LL/2013

Baca pos ini lebih lanjut

Nasib Guru TIK Setelah Kurikulum 2013 Diberlakukan

Guru TIKTentang informasi bagaimana kelanjutan dari guru-guru mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komputer (TIK) setelah nanti diberlakukan kurikulum 2013, mulai ada kejelasannya. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa pada Struktur Kurikulum 2013 tidak ada lagi mata pelajaran Teknologi Informatika dan Komputer (TIK), bukan berarti gurunya akan menganggur. Guru TIK tetap akan memiliki peran penting. Mereka bisa dimasukkan dalam Pusat Teknologi Pendidikan yang ada di sekolah untuk membantu guru dalam mempersiapkan materi ajar.

“Jadi guru TIK tetap akan berperan dalam kurikulum 2013,” jelas Dr Haris Iskandar, Direktur Pembinaan SMA Direktorat Jendral Pendidikan Menengah kepada wartawan di FKIP Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Sabtu (16/3). Persoalannya, bagaimana agar mereka tetap mendapatkan tunjangan sertifikasi, sekarang tengah dipikirkan.

Baca pos ini lebih lanjut

Pusat Sumber Belajar SMA

Pusat Sumber Belajar SMA (PSB-SMA) merupakan sistem pengelolaan yang
terorganisasi untuk menyusun, mengembangkan, dan menyediakan sumber belajar
dalam mendukung proses pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi informasi
dan komunikasi sebagai media informasi dan komunikasi, wahana belajar, dan
media unjuk kinerja.
Sistem pengelolaan sumber belajar yang terorganisasi, pelaksanaannya berada di
tingkat sekolah yang kemudian diorganisasi secara nasional dengan memanfaatkan
TIK, salah satunya adalah dalam bentuk website PSB-SMA.
Sebagai media informasi dan komunikasi, PSB-SMA menyediakan informasi
berkaitan dengan proses pembelajaran dan kegiatan lain yang ada di satuan
pendidikan, kebijakan pemerintah tentang pendidikan, maupun sebagai media
komunikasi antarpendidik, peserta didik-peserta didik, pendidik-peserta didik, dan
satuan pendidikan-satuan pendidikan, serta satuan pendidikan-masyarakat yang
terkait dengan proses pembelajaran.
Sebagai wahana belajar, PSB-SMA menyediakan bahan ajar dan bahan uji yang
disusun oleh pendidik agar dapat dimanfaatkan oleh pendidik lain. Dengan
demikian terjadi proses pertukaran bahan ajar dan bahan uji berbasis TIK.
Hakikatnya semua pendidik dapat menyumbangkan hasil karyanya untuk
dimanfaatkan oleh pendidik lain sebagai referensi.
Baca pos ini lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: